Smoke detector dan heat detector sama-sama digunakan sebagai perangkat deteksi pada fire alarm, tetapi keduanya membaca indikasi kebakaran dengan cara berbeda. Pemilihan jenis detektor perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan dan potensi gangguan di lokasi pemasangan.
Smoke detector
Smoke detector dirancang untuk mendeteksi partikel asap di udara. Jenis yang umum digunakan antara lain photoelectric dan ionization. Karena asap sering muncul sebelum api membesar, detektor ini dapat memberikan peringatan lebih awal pada area yang sesuai.
Heat detector
Heat detector merespons perubahan temperatur. Perangkat dapat bekerja berdasarkan ambang suhu tertentu atau berdasarkan kenaikan suhu yang cepat. Jenis ini dapat dipertimbangkan pada area yang berdebu, beruap, atau memiliki kondisi yang berpotensi menimbulkan alarm palsu pada smoke detector.
Penggunaan yang sesuai
Smoke detector banyak digunakan pada kantor, ruang server, arsip, dan koridor. Heat detector dapat lebih sesuai untuk dapur, gudang, atau area industri tertentu. Kombinasi perangkat yang tepat membantu membangun sistem deteksi yang lebih sesuai dengan risiko setiap area.

